Saturday, April 29, 2017

BPJS-TK MENYARANKAN KEPADA PENGUSAHA UNTUK MENYEDIAKAN HUNIAN UNTUK BURUH

BPJS-TK MENYARANKAN KEPADA PENGUSAHA UNTUK MENYEDIAKAN HUNIAN UNTUK BURUH



Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) mengajak para pengusaha untuk lebih memperhatikan pekerjan atau buruh yang bekerja di perusahaannya. Caranya dengan membantu mereka untuk memiliki tempat tinggal.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihak BPJS-TK sejauh ini sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan terkait penyediaan perumahan bagi buruh dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lainnya.
“Kita sudah mendapatkan komitmen atau kerjasama dengan beberapa pengusaha di beberapa kota untuk membangun rumah-rumah pekerja dan Saya juga mengimbau kepada seluruh pengusaha untuk menyediakan rumah-rumah bagi pekerja,” katanya di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/4/2017).
Bagi pengusaha yang memiliki keinginan untuk turut serta mendorong para buruh dan MBR lainnya agar memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau, ia mengatakan BPJS-TK siap bekerjasama untuk membantu permodalan untuk pembangunan huniannya.
“Kami BPJS Ketenagakerjaan siap mendukung untuk pendanaannya, bekerjasama dengan bank-bank penyalur (kredit pemilikan rumah/KPR) yaitu bank pemerintah,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini BPJS-TK tengah konsen menggulirkan fasilitas terkait perumahan. Di antaranya KPR, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP), dan Kredit Konstruksi bagi pengembang properti.
PT PP Tbk Rencanakan Lebih Banyak Pembangunan Rusunami
Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) melangsungkan kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Urban Town Loftvilles di Serpong untuk buruh dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lainnya.
Pembangunan hunian berkonsep rumah susun sederhana milik (rusunami) itu dikerjakan oleh PT PP Tbk (PTPP) melalui anak perusahaannya PP Precast (PP Urban). Lokasinya berada di Jalan Raya Bukit Sarua, Kelurahan Sarua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Direktur Utama PTPP Tumiyana mengatakan, nantinya pembangunan hunian terjangkau buat buruh dan MBR akan dibangun di beberapa wilayah lainnya dengan bekerjasama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Kerjasama dengan Kemnaker, dikatakannya untuk keperluan data dan informasi terkait wilayah-wilayah yang jumlah tenaga kerjanya cukup banyak dibandingkan daerah-daerah lainnya. Sehingga pembangunan hunian untuk buruh dan MBR dapat berjalan lebih optimal.
“Perumahan MBR, pekerja seperti dikatakan Pak Hanif (Menteri Ketenagakerjaan/Menaker) tadi intinya akan dibawa ke seluruh area di mana titiknya nanti Pak Menteri Tenagakerja yang tahu dimana sih spot yang jumlah pekerjanya besar,” katanya di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/4/2017).
Usai mendapatkan titik-titik lokasi yang sesuai, maka kemungkinan besar akan dibangun hunian untuk kelas pekerja/buruh serta MBR lainnya di lokasi tersebut.
“Nah di situlah kita masuk bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) dan BTN (Bank Tabungan Negara). Nanti ditambahkan oleh Pak Menteri (Menaker) di mana saja kantong-kantong yang jumlah pekerjanya besar,” tambahnya.
Pemerintah saat ini tengah gencar membangun hunian untuk golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Untuk rumah tapak, harganya berada pada kisran Rp141 Juta 

No comments:

Post a Comment